Bagaimana Cara Melakukan A/B Test Landing Page: 4 Tips Utama

Cara melakukan A/B test pada landing page adalah dengan menjalankan eksperimen secara simultan antara dua atau lebih varian dari suatu landing page untuk membandingkan performa yang terbaik.

Anda dapat membayangkan, misalnya, Anda ingin mengetest hipotesis untuk melihat apakah salah satu headline akan lebih banyak menghasilkan prospek dibandingkan dengan yang lain. Tentu saja, Anda dapat langsung mencobanya lalu mengharapkan keajaiban datang. Namun, bagaimana jika salah?Kesalahan dapat berakibat kerugian waktu dan biaya.

Salah satu cara untuk melakukan a/b testing adalah dengan membagi trafic menuju landing page Anda dengan setengah dari masing-masing traffic. Anda dapat menganalisa hasilnya, dengan melihat yang mana bekerja lebih baik sebelum melakukan suatu perubahan.

Pengetesan A/B dapat membuat Anda perperan sebagaimana seorang scientist, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang di terima mengenai bagaimana orang merespons landing page yang Anda sebarkan.

melakukan a/b testing
[melakukan a/b test]. Menganalisa hasil test. Sumber: Crazyegg

Terminologi A/B Test

Sebelum membahas mengenai A/B test, Anda perlu memahami beberapa terminologi, diantaranya:

Varian

Varian adalah terminologi untuk setiap versi terbaru dari landing page yang akan di uji untuk melakukan A/B test. Anda pun harus memiliki setidaknya dua varian pada test A/B.

Selain itu, Anda dapat melakukan eksperimen dengan membuat landing page sebanyak mungkin sesuai dengan keinginan dan sumber daya yang dimiliki.

[melakukan a/b test]. variasi landing page. Sumber: Vantage

Pemenang

Anda dapat membayangkan dalam melakukan A/B test seperti pada kompetisi Gladiator. Berapapun varian yang masuk, pada akhirnya hanya ada satu pemenang yang tertinggal. Kriteria pemenangnya adalah landing page yang memiliki rasio kompresi tinggi.

Penantang

Ketika memulai percobaan, Anda dapat membuat varian baru untuk menantang pemenang, inilah yang disebut dengan penantang. Jika penantang ini mengungguli varian lainnya, maka ia akan menjadi pemenang baru.

Melakukan A/B Test

Dalam melakukan pengujian A/B, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sehingga Anda akan dapat mengoptimasi landing page menjadi lebih baik dan menghasilkan rasio konversi yang lebih tinggi.

Menentukan Porsi Trafik untuk A/B Test

Biasanya, dalam melakukan A/B Test, traffic ditetapkan secara acak kepada setiap varian landing page berdasarkan bobot yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya, jika Anda menjalankan dua varian landing page, Anda mungkin akan membaginya 50/50 ataupun 60/40. Untuk menjaga integritas pengujian, pengunjung akan melihat varian yang sama, meskipun mereka akan kembali lagi pada waktu yang lain.

melakukan a/b test
[melakukan a/b test]. Membagi porsi traffic. Sumber: Seobility

Tips: Anda perlu mengarahkan sejumlah trafik melalui halaman pengujian sebelum melihat hasilnya secara statistik. Anda dapat menggunakan kalkulator online seperti VWO.

Mulai dari Nol

Jika Anda baru memulai campaign dan memiliki beberapa ide untuk menentukan arah yang mana untuk ditentukan. Anda dapat membuat varian tertentu untuk setiap ide yang berbeda.

Pada skenario seperti ini, kemungkinan Anda akan membagi bobot landing page secara merata untuk setiap versi nya. Untuk dua varian dapat berbobot 50/50. Untuk tiga varian 33/33/34, dan seterusnya. Anda dapat memperlakukan setiap varian secara seimbang dan temukan pemenangnya secepat mungkin.

Menguji Landing Page yang sudah Ada

Jika Anda telah memiliki landing page dan ingin mencoba ide baru, Anda dapat memberikan varian baru berbobot trafik yang lebih sedikit dibandingkan dengan pemenang saat ini untuk meminimalisasi resiko dalam memperkenalkan ide baru.

Metode seperti ini akan berjalan lebih lambat. Selain itu, tidak direkomendasikan jika Anda ingin mencoba untuk mempercepat pengujian A/B dengan memprioritaskan varian baru ini, karena tidak dapat menjamin bahwa yang terbaru ini memiliki performa lebih baik. (Ingat!. pengujian A/B testing ini adalah memitigasi resiko. Oleh karena itu, ujilah secara bijak.)

Apa yang Perlu di Uji pada Landing Page

Sebagian besar departemen marketing terlalu mengandalkan pengalaman, insting, maupun opini secara personal ketika hendak menentukan mana yang lebih baik untuk kustomer. Terkadang cara seperti itu dapat bekerja dengan baik, namun, sebagian besar tidaklah demikian. Ketika Anda memulai testing A/B, selalu fokus pada statistik, karena data tidak pernah bohong. Tentu saja dengan intrepretasi yang tepat.

Ada beberapa element yang dapat Anda fokuskan dalam melakukan pengujian. Perbedaan variasi dan konten dalam pengetesan dapat dilakukan terserah pada Anda. Namun, yang mana paling baik adalah bergantung pada kustomer.

Element yang perlu dipertimbangkan adalah:

Headline

Headline utama biasanya merupakan gambaran singkat dari value yang Anda tawarkan. Dengan kata lain, ini adalah kesimpulan mengapa orang menginginkan produk Anda. Ada beberapa pendekatan yang dapat Anda coba pada saat menguji headline utama ini:

  • Coba judul panjang vs pendek
  • Ekspresikan emosi positif ataupun negatif
  • Berikan pertanyaan pada headline
  • Tempatkan bagian testimoni pada headline
  • Uji unique selling proposition yang berbeda

Call to Action (CTA)

Tombol CTA ini merepresentasikan tujuan konversi landing page Anda. Anda dapat menguji tulisan yang tertera di dalamnya, lalu design tombol serta warna yang kira-kira bekerja dengan baik. Anda dapat mencoba tombol menjadi lebih besar, atau mengubah warna seperti hijau untuk lanjut, biru untuk link dan merah atau oranye untuk reaksi emosional.

Media Hero

Media hero adalah foto utama atau gambar yang muncul pertama kali. Idealnya, gambar ini menunjukkan produk atau service Anda pada keadaan nyata, namun, bagaimana gambar hero ini akan mengkonversi lebih baik pada landing page Anda?Apakah Anda menggunakan pasangan yang sedang tersenyum? atau mungkin foto produk secara close-up? Bereksperimen lah dan temukan yang paling tepat.

[melakukan a/b test]. Gambar hero. Sumber: Convertful

Tips: Sebagaimana pada headline ataupun copywriting, gambar hero ini harus memiliki subjek yang tepat sesuai dengan pesan yang disampaikan. Jika iklan Anda menjelaskan mengenai bantal, namun, gambar hero yang Anda berikan berupa sofa, maka akan terjadi ketidakcocokan.

Formulir

Tergantung dari bisnis yang Anda miliki, mungkin Anda membutuhkan informasi lebih dari hanya nama dan alamat email. Anda dapat menjalankan test dengan variasi berbeda-beda. Dengan cara seperti ini, Anda akan mendapatkan informasi mengenai rasio penolakan yang dapat di terima ketika memberikan bobot terhadap data extra yang dihasilkan.

Copywriting

Faktor paling besar adalah copywriting yang panjang vs pendek. Biasanya copywriting yang pendek akan lebih baik, namun, untuk produk dan market tertentu, penjelasan detail akan menjadi penting untuk proses pengambilan keputusan. Anda pun dapat mencoba menata ulang fitur dan benefit yang di tawarkan.

Banyak sekali orang berpendapat mana yang berhasil dan mana yang tidak, namun, alangkah lebih baik jika Anda menguji dan melihatnya sendiri.

Layout

Untuk peletakan CTA sebelah kiri akan lebih baik dibandingkan sebelah kanan? Lalu, bagaimana dengan video testimonial di bagian bawah atau di bagian atas? Untuk menjawabnya Anda tetap harus mencobanya sendiri. Terkadang hanya dengan mengubah tata letak, dapat meningkatkan rasio konversi

Kesimpulan

Anda telah mengetahui cara melakukan a/b test pada landing page. Artikel ini adalah bagian terakhir dari rangkaian benefit dan tips-tips mengoptimasi landing page.

Jika Anda masih ragu ataupun kurang memahami bagaimana cara membuat landing page secara teknis. Kami selalu hadir untuk membantu Anda dalam menyelesaikan masalah yang Anda hadapi. Tidak perlu segan untuk menghubungi kami di halaman contact. Anda dapat menjabarkan permasalahan yang dihadapi, lalu tim kami akan segera memfollow up permintaan Anda.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga omzet Anda terus meningkat dari hasil konversi landing page yang Anda sebarkan.

Bergabung lah dengan:

Menyukai Artikel ini?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on whatsapp
Share on Whatsapp

Komentar