5 Bagian Landing Page yang Utama, Penting !!!

5 Bagian landing page terdiri dari beberapa grup element utama. Kita dapat menyebutnya sebagai building block yang harus digunakan sebagai panduan untuk membuat konten pada bagian landing page tersebut.

Mungkin beberapa pembaca tidak ingin mendengarkan ini. Bukan kah marketing yang baik adalah mencari cara agar menjadi yang terdepan di antara kerumunan? Mengapa kita harus terkunci oleh format landing page? Bukan kah nanti konten kita akan menjadi seperti suatu formula?

Namun, ada pepatah mengatakan: “Kuasai aturannya, sehingga Anda dapat mendobrak secara efektif

Hampir seluruh landing page yang memiliki rasio konversi yang tinggi, karena mereka telah menguasai fundamentalnya. Tidak terpengaruh tujuan rasio konversi, tujuan audiens, harga yang ditawarkan dan tipe landing page yang di buat. Hal ini disebabkan oleh struktur landing page selaras dengan persuasi dan elemen yang mempengaruhinya.

Memahami bagian landing page dan membuatnya tetap sesuai dengan aturan, maka Anda akan dapat memastikan rasio konversi yang baik. Sehingga, Anda dapat menemukan cara yang unik dan cerdas untuk mengoptimalisasikannya.

Lihatlah ilustrasi di bawah ini. Halaman landing page Anda mungkin akan memiliki sedikit perbedaan, sedangkan struktur building block dasarnya akan sama dan harus disertakan di dalamnya. Mari kita bahas lebih detail

Bagian Landing Page
[Bagian Landing Page]. Sumber: Pinterest

Komponen Bagian Landing Page

Ada 5 element utama yang dimiliki oleh setiap landing page yang baik dan memiliki rasio konversi tinggi, diantaranya:

  • Unique Selling Proposition (USP)
  • Gambar atau Video “Hero”
  • Benefit yang ditawarkan
  • Social proof
  • Satu tujuan konversi ( Call to Action)

Unique Selling Proposition

Unique Selling Proposition (USP) adalah sesuatu yang membedakan produk atau service Anda dibandingkan dengan kompetitor. Penawaran Anda harus dapat menjawab pertanyaan, “Apa yang membedakan penawaran ini sangat spesial?”. Anda tidak perlu terpaku dengan kata “unik” ini. Namun, Anda harus membayangkan bagaimana posisi penawaran Anda berbeda dan lebih baik dibandingkan yang lain.

Landing page perlu menyampaikan proposisi ini secara ringkas dan jelas, sehingga pengunjung Anda segera memahami apa yang membuat produk atau layanan tersebut sangat menarik. Serta element yang Anda gunakan sehingga dapat bercerita mengenai produk tersebut, mengapa penawaran yang Anda berikan memiliki keunikan:

Headline utama

Headline pada landing page adalah hal pertama yang di baca oleh pengunjung. Oleh karena itu, bagian ini sangat kritikal dan harus menjelaskan apa yang pengunjung dapatkan dari produk atau service yang ditawarkan. Pastikan headline Anda menonjol dan tidak bertele-tele, karena ini bukan ajang membuat puisi.

Headline pendukung (sub-headline)

Oleh karena headline harus singkat dan jelas, terkadang Anda perlu menggunakan sub-headline untuk informasi tambahan. Namun, tetap tidak perlu berlebihan. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan:

  • Bertindak sebagai perpanjangan secara langsung dari headline. Pada dasarnya adalah menyelesaikan pesan yang ingin disampaikan. (Namun, headline tetap harus berdiri sendiri)
  • Menawarkan nilai tambah atau menyampaikan pesan yang masih memiliki keterkaitan dengan headline.

Statement pendukung (optional)

Jika Anda memiliki landing page yang panjang, cukup wajar untuk mengingatkan USP produk Anda dengan statement pendukung pada bagian tengah halaman.

Ketika menuliskan statement pendukung ini, pertimbangkanlah apa yang pembaca belum ketahui pada pertama kali meng-klik link landing page Anda.

Statement penutup (optional)

Kalimat penutup ini adalah sebagai back-up USP yang Anda tawarkan dan memberikan kesempatan terakhir agar terjadi proses konversi. Bagian ini merupakan cerita klimaks mengenai apa yang ditawarkan, dan patut untuk diperhitungkan.

Statement penutup yang kuat pada bagian landing page dapat memberikan rasa urgensi atau dapat juga mengingatkan visitor, mengapa mereka ada di halaman landing page tersebut. Untuk jenis landing page “clickthrough”, sebaiknya ditampilkan berulang agar pengunjung tidak perlu kembali scroll ke atas.

Gambar Hero

Pandangan pertama (first impression) sangatlah penting, gambar atau video hero ini adalah elemen visual pertama dari bagian landing page yang akan di lihat oleh pengunjung.

Secara ideal, gambar hero ini harus menunjukkan konteks dari penggunaannya. Jika Anda menjalankan bisnis SaaS (Software as a service), Anda dapat menjalankan aplikasi/software yang ditawarkan pada perangkat yang paling modern. Atau, jika usaha Anda adalah ecommerce (toko online), bisa dapat berupa balon permen karet yang besar.

bagian landing page
[bagian landing page]. Gambar Hero. Sumber: Daily Harvest

Benefit

Landing page memerlukan copywriting yang mensupport headline untuk mempengaruhi pengunjung halaman Anda. Kuncinya adalah menjelaskan benefit yang spesifik bersama dengan fitur yang ditawarkan.

[bagian landing page] benefit
[bagian landing page]. Benefit. Sumber: Unsplash

Apa bedanya? Fitur merupakan kualitas yang spesifik dari produk atau service yang ditawarkan, sedangkan benefit adalah impact yang dihasilkan dari fitur tersebut.

Terkadang Anda mendengar dari orang lain bahwa, Anda hanya perlu menuliskan benefit, bukan fitur. Namun, jika Anda melihat lebih dalam untuk mendapatkan rasio konversi yang lebih tinggi. Akan lebih cerdas jika Anda menunjukkan fitur dan benefit secara bersamaan, tentunya lebih di tekankan pada benefit. Sebagai contoh:

  • “Tetap segar dengan es teh yang di petik dari pucuk nya secara langsung”
  • “Anda dapat membuat landing page dengan mudah, cepat dan murah dengan menggunakan service dari Soltekno

Sosial Proof

Sosial proof adalah pengaruh orang disekitar kita yang dapat menentukan keputusan yang akan kita tentukan. Terkadang kita melihat ada pedagang nasi goreng pinggir jalan yang ramai, sedangkan yang di sebelahnya tidak terlalu ramai. Tentu kita akan terbawa situasi untuk membeli pedagang nasi goreng yang lebih ramai walaupun harus antri lebih panjang.

bagian landing page social proof
[bagian landing page]. social proof. Sumber: Unsplash

Di dalam bagian landing page, sosial proof dapat berupa:

  • Quote secara langsung dari kustomer
  • Studi kasus (atau link menuju studi kasus)
  • Video interview ataupun testimonial
  • Logo dari perusahaan customer
  • Nilai review dari website terkemuka seperti, Google review, Yelp, Bukalapak, Tokopedia, dll.

Sosial proof bisa dikatakan alat yang paling ampuh yang dapat digunakan. Namun, ada dua hal yang perlu Anda perhatikan.

Hal yang paling penting dan utama adalah, Anda tidak boleh menipu. Jika seseorang mencium bau bangkai tikus, tentu akan sangat sulit untuk mengajaknya kembali. Yang kedua, spesifik. Selama memungkinkan, jelaskan siapa, apa, kapan, mengapa dan bagaimana pengalaman kustomer Anda. Testimoni akan menjadi sangat efektif jika prospek Anda dapat mengidentifikasikan berdasarkan orang yang telah menerimanya.

Tips: Pastikan testimoni Anda menjadi lebih meyakinkan dengan menggunakan nama kustomer dan foto asli, tidak menggunakan yang palsu.

Call To Action (CTA)

Yang terakhir bagian landing page adalah Anda harus fokus hanya dengan satu tujuan konversi, jika tidak, maka tidak dapat dinamakan landing page. Untuk pengunjung Anda, goal ini berbentuk call-to-action (CTA), dapat berupa tombol independen ataupun formulir yang di desain untuk lead generation (prospek yang sudah tertarik dengan penawaran Anda).

Ada 3 hal fundamental dalam membuat CTA:

  • Hindari teks pada tombol seperti “Klik di sini” ataupun “submit”. Gunakan bahasa natural sehingga pengunjung landing page Anda akan mengetahui apa yang didapatkan dengan mengklik tombol tersebut seperti (“Dapatkan Diskon 50%”, “Dapatkan Trial Gratis!!”)
  • Pastikan formulir sesingkat mungkin dan sertakan privacy policy statement.
  • Oleh karena perbedaan yang kecil dapat memiliki impact yang besar terhadap rasio konversi, CTA selalu menjadi kandidat yang kuat untuk di masukkan pada test A/B yang akan di bahas pada artikel selanjutnya.

Kesimpulan

Anda telah memahami bagian landing page. Saatnya untuk mengeksplorasi kapan dan dimana menggunakannya.

Artikel selanjutnya adalah strategi bagaimana membuat landing page terbaik. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda serta melejitkan rasio konversi Anda.

Bergabung lah dengan:

Menyukai Artikel ini?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on whatsapp
Share on Whatsapp

Komentar